Beberapa hari ini ramai di twitter mengenai kasus posting Mario Teguh - Motivator yang menuliskan beberapa wejangan yaitu:
1. Pada akhirnya kita harus memilih wanita yang baik untuk istri, pria yang baik untuk suami, dan membangun keluarga yang baik.
2. Jodoh itu di tangan Tuhan. Akan lebih baik jika kita periksa apakah kita mempersulit orang yang ingin memperjodoh kita.
3. Wanita yang pantas untuk teman pesta, clubbing, begadang sampai pagi, chitcat yang snob, merokok dan kadang mabuk, tidak mungkin direncanakan jadi istri.
4. Hidup berbahagialah dengan istri anda yang baik, atau suami anda yang anggun. Tidak ada kebahagiaan selain kebaikan.
Wejangan nomor 3 ternyata mengundang kontroversi. Banyak follower Mario Teguh yang akhirnya memberikan teguran keras, bahkan cacian dengan bahasa yang kurang pantas pada postingan tersebut. Kasus berlanjut dengan penutupan account milik Mario Tegus di Twitter, sangat disayangkan.
Aku sendiri sebenarnya baru tahu kasus ini melalui Facebook. walaupun punya account Twitter tapi agak malas membuka, lebih sering bermain-main dengan Facebook. Sangat disayangkan kalau postingan yang, menurut aku, isi baik ternyata malah dihujat oleh orang banyak. Miris, terutama kalau sang penghujat ternyata wanita yang seharusnya bisa menjadikan wejangan tersebut sebagai motivasi untuk membuat dirinya lebih baik.
Aku sendiri tidak merasa ada masalah dengan postingan tersebut. Sangat baik dan mengingatkan. Coba bayangkan, apa jadinya seorang anak yang selalu melihat Ibunya pulang malam dalam kondisi 'teler' sehabis clubbing. Pelajaran baik apa yang dapat dipetik oleh sang anak, contoh baik seperti apa yang akan ditiru??
Sewaktu pemerintah akan mengesahkan RUU tentang pornografi juga banyak penentangan yang, celakanya, juga dilakukan oleh banyak wanita. Menurut aku... RUU tersebut merupakan salah satu bentuk penghormatan negara terhadap wanita, agar wanita tidak mudah dilecehkan... Tetapi mengapa banyak wanita yang menentang??? Apalagi kemudian dihubung-hubungkan dengan kebudayaan beberapa daerah di Indonesia. Hey... apa yang protes itu tidak bisa membedakan mana kebudayaan dan mana yang 'mempertontonkan tubuh'!!!
Balik ke kasus posting Mario Teguh di Twitter... Kalau mau jujur, coba tanyakan kepada beberapa laki-laki, wanita seperti apa yang kalian cari untuk dijadikan istri?? Jawabannya standar, ingin wanita baik yang baik-baik.
Aku pernah iseng-iseng tanya ke beberapa teman laki-laki dikantor. sebagian besar dari mereka adalah yang terbiasa dengan video dan gambar wanita seksi diinternet bahkan pertemanan dengan pembicaraan (chatting) yang menjurus sex.
Aku bilang "kok kayaknya nggak fair ya, kalian senang dengan video, gambar wanita-wanita seksi tanpa busana bahkan sexchat dengan perempuan-perempuan lain lewat internet, sementara kalian ingin istri-istri kalian menjadi wanita baik-baik, yang auratnya hanya dibuka didepan kalian. Gimana supaya fair kita buat kalau... kalian masih senang melihat video, gambar yang memperlihat tubuh wanita lain diinternet, maka jangan marah dong kalau istri kalian juga mau memperlihatkan tubuhnya diinternet untuk laki-laki lain, juga kalau kalian masih senang sexchat dengan perempuan-perempuan lain diluar sana dengan webcam kalian ini, jangan marah ya kalau wanita-wanita kalian juga ingin melakukan hal yang sama dengan laki-laki lain diluar sana."
Mau tahu komentar mereka... "wah ya nggak apa-apa donk, jadikan perempuannya makin banyak.. kita malah seneng!!"
Trus aku bilang lagi... "kalian ngomong gitu karena yang ngomong seperti ini adalah gw... teman kalian. Bayangin kalau yang terbersit, terpikir, bahkan cenderung membenarkan omongan gw... sampai berniat mempraktekkan adalah istri-istri kalian, apakah kalian masih bisa bilang, "wah ya nggak apa-apa donk, jadikan perempuannya makin banyak.. kita malah seneng!!".....". "coba pikir lagi...".
Mereka diam, sampai akhirnya salah seorang teman bilang.. "kalau yang kayak gitu sih cuma buat seneng-seneng doang, kalau mau jadi istri sih harus perempuan baik-baik, kalau mau ikutan kayak gitu juga sih mendingan jangan jadi istri gw...."
SEE!!!! Tidak hanya seorang Mario Teguh.. hampir sebagian besar laki-laki juga mengatakan hal yang sama.. Motivator itu hanya coba mengingatkan kita. Berpikirlah wahai wanita...... berpikirlah sekali lagi....
Apa yang salah dengan dunia ini... Ada apa dengan wanita-wanita Mu Ya Rab...
Aku sendiri adalah pengagum motivasi-motivasi yang diberikan oleh Mario Teguh. So, Salam Super!!!
Wednesday, February 24, 2010
wanita oh wanita
Monday, February 22, 2010
Ayah Sakit...
Baru sempet posting lagi nih... Mau cerita kejadian hari Rabu minggu lalu tepatnya tanggal 17 Februari 2010.
Hari Rabu adalah hari latihan futsal buat ayah dengan teman-teman kantornya. Biasanya, kalau hari rabu aku pulang lebih dulu. Ayah latihan futsal sampai jam 8 pm, jadi kalau harus nunggu kasihan daffa sama freya. Aku sampai pasti mereka sudah tidur. So.. hari rabu adalah harinya pulang sendiri.
Tapi, hari rabu, 17 Februari 2010, sudah masuk waktu pulang kerjaan masih banyak. Mau ditinggal, gak tega ngeliat meja kantor masih warna-warni. Ya udah, har ini pulang malam bareng sama ayah aja setelah futsal selesai.
Ayah telepon jam 7 pm, karena kerjaan belum selesai juga aku minta ayah jalan duluan ke lapangan. "Nanti aku nyusul ke lapangan" aku bilang githu...
Jam 7.30 pm, hp ku bunyi, aku liat nomor ayah yang masuk, kok tumben sempet nelpon jam segini. Aku angkat, ternyata adik aku yang bicara (adik laki-2 aku memang sekantor sama ayah). Dia bilang "Ka.. disuruh nyusul ke lapangan, ka iip jatuh, tangannya patah!!"......
Ataghfirullah.... "iya!!". Langsung aku berangkat kelapangan futsal yang lokasinya memang gak terlalu jauh dari kantor. Lupa sudah mematikan komputer atau belum, langsung aku berangkat. Deg-2an, gemetar, lemas, pusing... campur aduk. Cuma bisa berdoa mudah-mudahan gak benar-benar patah.
Sampai di lapangan, aku lihat ayah sedang diurut orang seseorang. Ternyata memang orang yang dipanggil oleh pengurus lapangan futsal tersebut. Menurut beliau, tangan ayah gak patah, cuma ada engsel yang geser. Tempurung sikutnya, agak bergeser kedepan, iiiihhhh ngilu........ hari itu kami pulang dengan mobil kantor dan adikku yang menyetir. Esok harinya, sukses aku gak ngantor... hehehe
Hari ini sudah hari ke 5, kondisinya mulai membaik. Bengkak dan sakitnya sudah mulai berkurang. Mudah-mudahan kondisi ayah cepat pulih kembali. Amiin...
Tuesday, February 16, 2010
Kunjungan ke Al-Marjan Kampus 1
Akhirnya... jenuh yang dirasa selama satu bulan kemarin mulai berangsur-angsur hilang. Jangan tanya bagaimana caranya, gak jelas... menguap dengan sendirinya.
Senangnya mulai punya feel lagi. Mulai ceria lagi, punya semangat menjalani hari. Walaupun belum pulih sempurna, tapi setidaknya mulai ada warna.
hhhhmmmm sekarang bingung, mau nulis apa ya???
Oh iya, mau cerita soal jalan-jalan ke halaman Sekolah Al-Marjan aja deh...
Hehehe.. ke halaman sekolah?? Memang baru kehalamannya aja, karena datangnya hari minggu, sekolah lagi libur, jadi cuma bisa lihat halamannya aja...
Sudah pernah aku tulis sebelumnya kalau Daffa akan mulai masuk sekolah tahun ini dan pilihan jatuh ke TKIT Al-Marjan. Tapi karena TKIT Al-Marjan ada 2 (di Komp. Duta Indah dan Jl. Muda Parsi), rencananya sebelum memutuskan daffa mau ditempatkan dimana kami (diriku, ayah dan daffa) mau survei dulu. Melihat-lihat, sampai akhirnya biar daffa yang memutuskan mau sekolah di TKIT Al-Marjan Kampus 1 atau Kampus 2.
Setelah dua minggu batal survei karena hujan sepanjang hari, jadilah hari Minggu 14 Februari 2010 kemarin (kebetulan hujannya lagi cuti sebentar) diriku, Ayah, Daffa, nggak lupa Freya, jalan-jalan ke Komp. Duta Indah tempat TKIT Al-Marjan Kampus 1 berada.
Waktu pertama melihat dari jauh... wow, bagus ya sekolahnya, besar....
Ketika dekat baru kami tahu ternyata gedungnya adalah gabungan TK - SMP Al-Marjan (hihihi... pantes aja besar). Karena kami datang hari minggu, nggak ada petugas atau humas yang bisa ditanya-tanya. Sementara harus berpuas dengan melihat gedungnya aja. Punya niat untuk balik lagi minggu depan. Mau tanya-tanya dan lihat secara langsung proses belajar - mengajar disana.
Tapiiiii......... waktu Daffa ditanya "Daffa mau sekolah disini?", dengan spontan dan tegas Daffa jawab "nggak, Daffa mau sekolah di tempat aa aja". Hhmmmm, kebetulan Daffa memang punya teman yang sekolah di TKIT Al-Marjan 2 yang biasa dia panggil 'aa.
Kalau bicara soal TKIT Al-Marjan Kampus 2, aku sudah cukup familiar. Aku, Ayah, Daffa, sudah sering lewat dan berkunjung kesana. Mungkin karena itu juga Daffa lebih memilih sekolah disana, mungkin dia merasa lebih familiar sehingga merasa lebih nyaman.
Berfikir ulang... berfikir lagi.. mungkin pilihan memang lebih condong ke Kampus 2 sih. Kampus 2 hanya TK dan Playgroup, nggak ada SD dan SMP nya, jadi yang ada disana memang anak-anak TK sebaya atau Playgroup yang lebih kecil. Nggak ada anak yang lebih dewasa bahkan jauuuuuuhhhhh lebih dewasa dari Daffa yang gabung, bersekolah, berada disatu gedung yang sama.
Agak-agak nggak nyaman kayaknya, kalau setiap hari Daffa bergabung bersama kakak-kakak SD atau SMP, walaupun aku yakin kakak-kakak SD atau SMP Al-Marjan pastilah contoh kakak-kakak yang baik dan sopan... (secara sekolah basis agama, Insyaallah).
Tapi ini baru pendapat aku aja sih, belum tahu pendapat ayah. Kalau Daffa jelas, lebih pilih Kampus 2.
Kita tanya ayah dulu ya Daffa.... mungkin ayah punya pandangan lain....
Tuesday, February 9, 2010
Jenuh
Beberapa bulan terakhir ini kok agak aneh ya...
Merasa lebih nyaman sendirian, agak males chit-chat sama yang lain, ngambang.... gak jelas deh. Kayaknya lagi ada masalah secara sosial yang tak tergambarkan. Kenapa ya????
Asik sendiri, denger musik, browsing, baca, nulis... benar-benar menarik diri secara sosial. Apa ini karena jenuh??? Sebenarnya jenuh itu apa sih, bosan itu yang seperti apa? Kalau dirasa-rasa... nggak jenuh kok, gak bosan. Tapi ngambang, statis, gak ada irama, gak ada gejolak, lebih kearah mati rasa....
Menurut penjelasan yang ada di sebuah situs, hal ini disebabkan oleh kejenuhan / kebosanan yang akut.... woooowww, kalimatnya menyeramkan!!!
Disana dijelaskan, "tingkat kejenuhan / kebosanan jika sudah mencapai tingkat tertingginya maka tidak akan terlalu mengganggu lagi. Tapi dampaknya, pikiran jadi "gamang". Terasa tenang, tidak memili gejolak-gejolak seperti normalnya, lebih senang berada dalam kesendirian dari pada bersosialisasi dengan sesamanya, namun bahayanya keadaan ini sampai pada orang tersebut tidak lagi memiliki obsesi, tidak lagi tahu igin apa dalam hidupnya dan tidak ingin melakukan apapun. Aktifitas yang dijalaninya hanyalah aktifitas rutin yang memang harus dijalaninya sebagai sebuah kewajiban"
Hahahaha..... untung disana gak dibilang... "lama-lama bisa gila".
Tapi, benar juga kali ya... awalnya memang bosan, jenuh dengan rutinitas.
Kalau sebelum ini, masih ada kegiatan lain selain rumah-kantor-rumah, masih ada kampus... lumayan bisa untuk meningkatkan adrenalin dalam debat atau sekedar sharing pemikiran ringan dibeberapa mata kuliah. Sekarang.... hmmmm.
Sepertinya memang butuh kegiatan lain selain jalur rumah-kantor-rumah. Cari kegiatan apa ya??? Bisnis-bisnis kecil yang bisa menyita perhatian seru kali ya... tapi bisnis apa??? Inginnya sih ada kegiatan lain selain rumah-kantor-rumah, tapi daffa-freya tetap nggak ketinggalan. Dimana ya bisa cari partner yang pas??
Harus buru-buru ditandaklanjuti nih, sebelum berkelanjutan dan akhirnya diriku mesti terdampar di meja psikiater (wuuuiiiiiihhh......)
Btw, ada yang kasih saran, hal yang harus dilakukan adalah balik ke Sang Pemilik Hidup. Balik dalam artian lebih berserah dan lebih bersyukur. Karena kejenuhan bisa juga merupakan gejala bahwa kita kurang mensyukuri nikmat-Nya... Jika kita senantiasa bersyukur atas nikmat-Nya, maka kita akan sangat menyadari bahwa kita adalah orang yang beruntung dengan segala yang kita miliki karena tidak semua orang bisa memiliki sebanyak yang kita punya..... (tengkiu Pak Haji... hehehe).
Astagfirullah... mungkin juga ini benar. Ya, ini mungkin saat dimana rasa syukur cuma mudah diteorikan namun sulit dalam pelaksanaan. Wallahualam.
