Tuesday, February 9, 2010

Jenuh

Beberapa bulan terakhir ini kok agak aneh ya...
Merasa lebih nyaman sendirian, agak males chit-chat sama yang lain, ngambang.... gak jelas deh. Kayaknya lagi ada masalah secara sosial yang tak tergambarkan. Kenapa ya????

Asik sendiri, denger musik, browsing, baca, nulis... benar-benar menarik diri secara sosial. Apa ini karena jenuh??? Sebenarnya jenuh itu apa sih, bosan itu yang seperti apa? Kalau dirasa-rasa... nggak jenuh kok, gak bosan. Tapi ngambang, statis, gak ada irama, gak ada gejolak, lebih kearah mati rasa....

Menurut penjelasan yang ada di sebuah situs, hal ini disebabkan oleh kejenuhan / kebosanan yang akut.... woooowww, kalimatnya menyeramkan!!!

Disana dijelaskan, "tingkat kejenuhan / kebosanan jika sudah mencapai tingkat tertingginya maka tidak akan terlalu mengganggu lagi. Tapi dampaknya, pikiran jadi "gamang". Terasa tenang, tidak memili gejolak-gejolak seperti normalnya, lebih senang berada dalam kesendirian dari pada bersosialisasi dengan sesamanya, namun bahayanya keadaan ini sampai pada orang tersebut tidak lagi memiliki obsesi, tidak lagi tahu igin apa dalam hidupnya dan tidak ingin melakukan apapun. Aktifitas yang dijalaninya hanyalah aktifitas rutin yang memang harus dijalaninya sebagai sebuah kewajiban"

Hahahaha..... untung disana gak dibilang... "lama-lama bisa gila".
Tapi, benar juga kali ya... awalnya memang bosan, jenuh dengan rutinitas.
Kalau sebelum ini, masih ada kegiatan lain selain rumah-kantor-rumah, masih ada kampus... lumayan bisa untuk meningkatkan adrenalin dalam debat atau sekedar sharing pemikiran ringan dibeberapa mata kuliah. Sekarang.... hmmmm.

Sepertinya memang butuh kegiatan lain selain jalur rumah-kantor-rumah. Cari kegiatan apa ya??? Bisnis-bisnis kecil yang bisa menyita perhatian seru kali ya... tapi bisnis apa??? Inginnya sih ada kegiatan lain selain rumah-kantor-rumah, tapi daffa-freya tetap nggak ketinggalan. Dimana ya bisa cari partner yang pas??

Harus buru-buru ditandaklanjuti nih, sebelum berkelanjutan dan akhirnya diriku mesti terdampar di meja psikiater (wuuuiiiiiihhh......)

Btw, ada yang kasih saran, hal yang harus dilakukan adalah balik ke Sang Pemilik Hidup. Balik dalam artian lebih berserah dan lebih bersyukur. Karena kejenuhan bisa juga merupakan gejala bahwa kita kurang mensyukuri nikmat-Nya... Jika kita senantiasa bersyukur atas nikmat-Nya, maka kita akan sangat menyadari bahwa kita adalah orang yang beruntung dengan segala yang kita miliki karena tidak semua orang bisa memiliki sebanyak yang kita punya..... (tengkiu Pak Haji... hehehe).

Astagfirullah... mungkin juga ini benar. Ya, ini mungkin saat dimana rasa syukur cuma mudah diteorikan namun sulit dalam pelaksanaan. Wallahualam.

Read More......

Wednesday, February 3, 2010

Tayangan TV Pagi Ini

Bincang-bincang pagi di salah satu TV swasta hari ini membahas tentang ABG-ABG yang rela menjual dirinya demi mendapatkan uang. Sang Narasumber yang nama dan wajahnya telah disamarkan, sewaktu ditanya mengapa mau melakukan hal tersebut menjawab "ya... hasilnya kan lumayan bisa buat jajan". Oh my.... tubuhnya rela digadai untuk uang jajan????

Cara promosi mereka lewat dunia maya, terutama lewat salah satu situs jejaring sosial yang sedang booming saat ini. Bukan hanya foto, mereka bahkan sampai berani memasang tarif. Hal yang nyata terjadi didunia yang benar-benar nyata...

Tapi kemudian saya jadi bertanya, untuk apa ya TV swasta tersebut mengangkat hal ini secara live dipagi hari, disaat orang-orang sedang asik duduk didepan TV menanti berita pagi??

Mungkin, masalah prostitusi ABG ini sedang marak menjadi pembicaraan di lingkungan sosial. Mungkin TV swasta tersebut ingin memperlihatkan kepada kita bahwa masalah-masalah sosial seperti ini adalah nyata dan benar-benar terjadi dilingkungan kita. Sehingga dengan tayangan tersebut kita bisa jadi lebih waspada terutama jika kita memiliki anak perempuan usia-usia ABG.

Hanya sekedar pandangan pribadi... mungkin akan lebih bijaksana jika masalah prostitusi ini tidak diangkat secara live pada pagi hari. Malam yang agak larut sepertinya akan lebih cocok walaupun materi yang dibahas mungkin memang sedang in.

Kalau dilihat dari segi rating, pastinya lebih baik tayangan pagi, namun... jika bahasannya mengenai prostitusi ABG yang dilakukan via jejaring sosial, dan ditayangkan pagi hari, bukannya malah akan menimbulkan keingintahuan yang sangat besar dalam masyarakat??

Jika dari 100 ribu orang yang menyaksikan tayangan tersebut, mungkin 10 ribu diantaranya menjadi penasaran. 5 ribu diantaranya spontan berfikir...'nanti coba cari-cari ah..' sementara yang 5 ribu lagi baru terfikir untuk mencari pada saat buka situs jejaring sosial tersebut di kantor atau dimanapun.

Dari 10 ribu yang penasaran, mungkin yang 1000 akan secara iseng mencoba berteman / meng"add friend". Dari 1000 yang mencoba berteman, mungkin 100 diantaranya memilih nekat menelpon dan mengajak kenalan.... dan akhirnya iseng bertanya-tanya ini dan itu yang menjurus. Sampai akhirnya... mungkin saja dari 100 orang tersebut terciptalah 10 orang, yang ditakdirkan memiliki otak 'produk gagal', menjadi klien baru sang ABG.

Perbandingannya mungkin tidak signifikan, dari 100 ribu hanya 10 orang yang deal. Tapi jumlah ini tetap besar nilainya untuk suatu kerusakan moral. 10 orang deal.. bagaimana dengan 1000 orang yang iseng coba berteman?? Dari 1000 orang tersebut, jika yang berani telpon diasumsikan 100 orang, maka sisanya...., 900 orang, 100 diantaranya bisa saja lebih memilih berteman intim or sex chatting lewat webcam karena menilai cara ini lebih aman.

Angka-angka diatas memang hanya sebuah asumsi dan juga hanya sekedar hasil imajinasi yang berkembang dengan penuh kengerian. Mungkin TV swasta yang berniat baik untuk memberikan informasi tersebut tidak sadar dengan euforia yang mereka ciptakan.

Semoga ini memang hanya sebuah imajinasi yang tidak nyata. Sejujurnya... ini mengerikan.

Read More......

Tuesday, February 2, 2010

matikan lampu saat tidur yuk...

Dengar dari Jak-FM hari ini, "matikan lampu dan tv pada saat tidur.. karena tubuh memerlukan gelap untuk memproduksi melatonin sementara kita tidur, melatonin adalah salah satu hormon yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh bahkan dapat mencegah kanker."

Hmmm... pernah dengar sih sebelumnya dan sudah agak lama.
Coba browsing cari-cari info... ternyata memang sudah banyak yang menulis tentang ini. Tapi kok rata-rata tulisan dari blog ya??? susah juga nyari penjelasan dari dokter atau ahlinya langsung. Tapi nggak apa-apalah bisa buat tambahan informasi...

Seorang Biolog, Joan Roberts menemukan rahasia setelah melakukan percobaan pada hewan. Ketika hewan tersebut diberi cahaya buatan pada malam hari, melantonin nya(salah satu hormon dalam sistem kekebalan yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit termasuk kanker payudara dan kanker prostat) menurun dan sistem kekebalan tubuhnya melemah. Rupanya, cahaya Lampu – seperti juga TV – menyebabkan hormon menjadi sangat lelah. Keadaan malam yang gelap diam-diam berkolaborasi dengan tubuh. Hanya dalam keadaan yang benar-benar gelap tubuh menghasilkan Melantonin. Sebaliknya, tidur dengan lampu menyala di malam hari – sekecil apapun sinarnya menyebabkan Produksi hormon melantonin terhenti. Ternyata hal ini mampu membuat sistem kekebalan tubuh melemah, sehingga sangat rentan terhadap penyakit terutama virus flu yang sangat mudah menyebar.
Tidur yang berkualitas dalam artian bahwa dalam selang waktu selama kita tidur, otak kita benar-benar dalam keadaan beristirahat. Beberapa hal yang terkadang sering kita lakukan saat tidur yakni menyalakan lampu atau sinar cahaya. Sinar cahaya saat kita tidur menjadikan kualitas tidur kita kurang baik, ini dikarenakan sinar tersebut masih berperan sebagai perangsang stimulator kerja otak.
Secara ilmiah, cahaya yang ada dalam ruangan tidur akan menembus sampai bagian mata kita walaupun dalam keadaan terlelap, sinar tersebut akan memasuki ruangan stimulator yang nantinya direspon oleh otak. Dengan kata lain walaupun mata kita terpejam, tetapi jika ada cahaya yang bersinar maka otak kita akan bekerja untuk merespon atau mengartikan cahaya yang masuk tersebut.
Kejadian ini yang mengakibatkan kualitas tidur kita sangat rendah karena otak masih bekerja walaupun dalam kuantitas yang rendah. Tidur yang baik adalah dengan mematikan lampu atau benar-benar dalam keadaan gelap, sehingga tidak ada rangsangan yang harus diterima oleh mata dan otak kita. Dengan itu kita akan mendapat kualitas tidur yang tinggi dan relaksasi yang baik.

Read More......

Monday, February 1, 2010

home sweet home........


Rumah....
Apa sih yang terbayang kalau bicara soal rumah?
Sebuah bangunan, tempat kita berlindung dari panas, hujan, tempat kita beristirahat setelah aktifitas di luar seharian... hhhmmmmm, trus apa lagi???

Kita selalu menyebut rumah dengan "rumah"...
Tapi mengapa orang-orang barat sana menyebut dengan "house" dan "home"???
Mengapa harus ada dua penyebutan yang berbeda untuk satu arti?


Ternyata....
"House", biasa diartikan sebagai rumah secara fisik. Bangunan / gedung yang ditinggali atau digunakan sebagai tempat berlindung.
Sementara "home" memiliki arti yang lebih dalam. "Home" adalah rumah dalam arti psikis. Rumah dari jiwa kita.

Rumah memang seharusnya bukan hanya sekedar bangunan yang tak berjiwa. Rumah seharusnya dapat menjadi pelindung lahir-batin penghuninya. rumah yang baik, ditinggali oleh keluarga yang baik. Keluarga yang dapat saling mengisi. Keluarga yang selalu menguatkan.

Rumah seharusnya menjadi tempat jiwa yang lelah untuk pulang dan bersandar. Mungkin rumah tidak selalu berisi tawa, terkadang juga ada air mata. Tapi, penghuni rumah yang saling mengisi dan berbagi, akan menghapus air mata dan mengubahnya jadi tawa.

Mengapa terkadang penghuni rumah lupa dengan fungsi rumah dan membuat rumah hanya berfungsi sebagai "rumah"??
Mengapa terkadang penghuni rumah melihat dunia diluar sana lebih berwarna dari rumah mereka??
Mengapa terkadang penghuni rumah tidak tersenyum, padalah rumah telah menyambut mereka dengan senyuman terbaik, dengan pelukan terhangat dan dengan cinta yang paling tulus??

Teman.....
Senyum kecil rumah untuk kita itu indah, peluk hangat rumah untuk kita itu nyaman dan cinta tulus rumah untuk kita itu tak ternilai.

So... ingin seperti apa rumah kita??? kitalah yang memutuskan....

"House" atau "Home"?????

Read More......